TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Silmy Karim menilai fluktuasi pasar modal saat ini tidak akan mengubah rencana perseroan melakukan penawaran umum perdana saham anak-anak usahanya.
Silmy menuturkan rencana pelaksanaan initial public offering (IPO) tetap akan berjalan sebagaimana yang direncanakan. "Fluktuasi di pasar modal itu biasa. Kami tidak ada perubahan rencana," katanya kepada Bisnis, Minggu, 30 Mei 2021.
Emiten bersandi KRAS ini menjelaskan dua anak usaha yang paling potensial untuk IPO yakni PT Krakatau Tirta Industri (KTI) dan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS). Dua anak usaha KRAS tersebut yang berpotensi lebih dulu go public.
“Kami sempat ada diskusi sangat singkat dan belum mengerucut dengan Kementerian BUMN, arahnya mungkin KTI duluan yang sudah sangat siap, KBS juga siap, tetapi KTI lebih menarik, karena profitabilitas yang sangat baik,” ujarnya.
PT KTI adalah anak usaha yang bergerak di bidang distributor dan pengelolaan air yang memiliki kontribusi profit terbesar terhadap perseroan, yaitu 32 persen.
Sementara itu, PT KBS merupakan salah satu entitas usaha yang juga memberikan kontribusi penghasilan cukup besar lainnya, yang bergerak di bidang jasa pengelolaan pelabuhan.
Pertades yang dilaksanakan BUMDes Semarang tak punya Izin Usaha Niaga Umum BBM
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kembali menegaskan penyaluran/ kegiatan niaga BBM harus dilakukan oleh Badan Usaha yang memiliki Izin Usaha Niaga BBM yang dikeluarkan oleh Menteri ESDM sesuai UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Sebagaimana diketahui akhir-akhir ini banyak penawaran usaha dari salah satu perusahaan untuk membangun dan mengoperasikan penyalur/ SPBU mini di daerah pedesaan di Jawa Tengah dengan nama Pertades.
Bahkan dibeberapa wilayah di Jawa Tengah, Pertades tersebut telah dibangun dan melakukan kegiatan niaga. Seperti salah satunya Pertades di Kabupaten Semarang. Menindaklajuti hal tersebut, sebelumnya Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa, telah melayangkan Surat Pemberitahuan kepada Gubernur Jawa Tengah No. 2758/Ka BPH/2020 tanggal 19 Oktober 2020.
Dalam surat tersebut Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa menyampaikan bahwa penyalur mini Pertades yang dilaksanakan oleh BUMDes Kabupaten Semarang yang bekerja sama dengan PT MTI tidak terdaftar sebagai Badan Usaha yang memiliki Izin Usaha Niaga Umum BBM. Surat tersebut juga menegaskan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 pasal 23 ayat (2) huruf d tentang Minyak dan Gas Bumi bahwa setiap Badan Usaha yang akan berniaga BBM harus memiliki Izin Usaha Niaga dari Kementerian ESDM. Ditegaskan pula berdasarkan Pasal 53 huruf d bahwa niaga tanpa Izin Usaha Niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling tinggi Rp 30 miliar.
Kepala BPH Migas dalam suratnya juga meminta agar pembangunan dan pengoperasian penyalur mini Pertades harus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk mencegah terjadinya kerugian di masyarakat.
Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon S juga telah menugaskan Tim untuk terjun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan terkait legalitas dan keberadaan Pertades di Kabupaten Semarang yang dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2021. Hasil dari pengecekan dilapangan tersebut diketahui bahwa Pertades yang berada di Desa Tlogo, Kabupaten Semarang masih dalam tahap pembangunan, terdapat satu dispenser dengan dua nozzle.
Pertades tersebut nantinya akan menjadi penyalur dari PT SME yang merupakan sub holding dari PT MTI. Berdasarkan pengamatan Tim BPH Migas dilapangan saat kunjungan dan keterangan Kepala Desa Tlogo, Supangkat dan Yana dari pihak PT MTI, Pertades tersebut belum beroperasi karena belum ada izin resmi. Dari kunjungan tersebut juga diperoleh informasi saat ini PT SME masih dalam tahap mengajukan Izin Usaha Niaga Umum BBM dan telah mendapat Izin Usaha Sementara dari Kementerian ESDM. Tim BPH Migas meminta agar operasional penyaluran BBM yang dilakukan oleh Pertades tersebut menunggu Izin Usaha Niaga Umum telah dikeluarkan oleh Kementerian ESDM.
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Malang melalui ujung tombak Marketing Analisis, dan Mikro (Mantri) BRI berupaya untuk mendorong pengembangan usaha sapi perah yang digeluti masyarakat desa.
Salah seorang Mantri BRI dari Unit Wagir di Kabupaten Malang Mahendra Yuda Pratama mengatakan sebelum pinjaman bisa disalurkan kepada masyarakat desa, dirinya melakukan pendekatan terlebih dahulu untuk melihat potensi di masing-masing wilayah.
"Untuk yang pertama, pasti saya melihat dahulu potensi yang ada di desa tersebut," kata Mahendra, kepada ANTARA, di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu.
Mahendra menjelaskan, salah satu kawasan pedesaan yang masih memiliki potensi besar untuk pengembangan usaha sapi perah adalah di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang,
Di kawasan tersebut, telah berdiri sebuah pabrik pengolahan susu sapi berskala besar. Keberadaan pabrik di wilayah itu, pada akhirnya memberikan peluang bagi masyarakat desa untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada.
Menurut Mahendra, usai dilakukan analisa terhadap potensi dari masyarakat desa tersebut, baru kemudian BRI bisa menyalurkan pinjaman. Pinjaman yang disalurkan oleh BRI itu, dipergunakan masyarakat desa untuk mengembangkan usaha sapi perah yang ada.
"Para peternak yang merupakan warga desa, itu membutuhkan dana untuk pembelian sapi. Setelah kami telusuri, itu sangat menjanjikan," kata Mahendra.
Masyarakat desa yang dibina oleh Mahendra, tidak jarang meminta bantuan Mantri BRI ketika kesulitan dalam proses transaksi perbankan. Mahendra tidak segan untuk mendatangi rumah nasabah yang mengalami kesulitan tersebut meskipun jaraknya sangat jauh.
"Jika ada kendala, pasti akan menghubungi saya. Saya harus melayani nasabah dengan baik, termasuk jika saat ada kesulitan," kata Mahendra.
Peternak sapi perah di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rohim (kanan), bersama istrinya Sutarwiyati, menunjukkan salah satu sapi perah miliknya, Minggu (30/5/2021). (ANTARA/Vicki Febrianto)
Salah seorang peternak sapi perah di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Rohim (45) mengatakan bahwa keberadaan Mantri BRI sangat membantu berkembangnya usaha sapi perah yang digelutinya sejak kurang lebih lima tahun lalu tersebut.
Rohim akhirnya memutuskan untuk menjadi peternak sapi perah, setelah beroperasinya satu pabrik besar pengolahan susu di wilayah itu. Pabrik tersebut, sempat memberikan penawaran pinjaman, namun saat itu tidak diterima.
"Saya usaha sudah lima tahun. Sebelumnya saya petani, sempat juga berjualan bakso, namun tidak berkembang. Awalnya pabrik menawarkan pinjaman untuk pembelian sapi, namun saya tidak ikut," kata Rohim.
Saat ini, Rohim memiliki 18 ekor sapi perah. Dari sebanyak 18 sapi perah tersebut, sementara ini baru 12 sapi yang mampu menghasilkan susu setiap harinya. Untuk sisanya, masih belum bisa memproduksi susu.
Sapi perah tersebut, menghasilkan susu pada pagi hari, dan sore hari. Proses pemerahan susu, dilakukan menggunakan mesin, agar lebih efisien. Sementara Rohim beserta istrinya Sutarwiyati (45), dan dua anaknya membersihkan sapi-sapi tersebut sebelum diperah.
Dari 12 ekor sapi yang saat ini sudah menghasilkan susu tersebut, dalam satu hari mampu menghasilkan antara 170-180 liter susu. Susu yang sudah diperah tersebut, dikumpulkan terlebih dahulu di fasilitas yang ada, sebelum disetorkan ke pabrik pengolahan.
Dari hasil itu, dalam waktu 15 hari, total susu sapi yang dihasilkan mencapai 2.683 liter. Dengan jumlah sebanyak itu, Rohim mampu mendapatkan penghasilan kurang lebih mencapai Rp14 juta dalam 15 hari. Dalam satu bulan, keluarga itu bisa mendapat pemasukan mencapai Rp28 juta.
"Tidak mudah untuk mengurus sapi. Saat orang masih banyak yang tidur, kami sudah bangun, kemudian ke kandang. Alhamdulillah, ini bisa berkembang," kata Rohim.
Rohim menambahkan, dari pendapatan sebesar Rp28 juta per bulan tersebut, itu merupakan pendapatan kotor, karena masih harus dikurangi biaya lain-lain untuk mengurus sapi-sapi tersebut.
Pengeluaran tersebut, termasuk pembayaran angsuran kepada BRI. Belum lama ini, Rohim kembali mendapatkan tambahan pasokan modal sebesar Rp170 juta untuk mengembangkan usaha sapi perahnya tersebut.
"Untuk perkiraan pendapatan bersih, sekitar Rp8 juta dalam 15 hari," ujar Rohim.
Namun, pendapatan yang cukup besar tersebut, tidak diraih Rohim dalam waktu yang singkat. Kurang lebih lima tahun lalu, Rohim memiliki dua ekor anak sapi, yang kemudian ditukar dengan satu sapi perah, dengan mengajukan tambahan pendanaan dari BRI.
"Dari awal memang saya nasabah BRI. Pertama kali saya pinjam Rp20 juta, kemudian Rp50 juta, Rp100 juta, Rp150 juta, dan saat ini baru saja meminjam Rp170 juta," kata Rohim.
Dengan adanya pinjaman dari BRI tersebut, pada akhirnya usaha sapi perah Rohim saat ini sangat berkembang. Bahkan, dari hasil usaha sapi perah tersebut, Ia juga memiliki usaha lain berupa persewaan kendaraan All Terrain Vehicle (ATV).
"Ini semuanya berawal dari usaha sapi perah, yang didukung BRI. Kemudian kami bisa merintis usaha lain," kata Rohim.
Bisnis.com, JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menilai fluktuasi pasar modal saat ini tidak akan mengubah rencana perseroan melakukan penawaran umum perdana saham anak-anak usahanya.
Direktur Utama Krakatau Steel menuturkan rencana pelaksanaan initial public offering (IPO) tetap akan berjalan sebagaimana yang direncanakan.
"Fluktuasi di pasar modal itu biasa. Kami tidak ada perubahan rencana," jelasnya kepada Bisnis, Minggu (30/5/2021).
Emiten bersandi KRAS ini menjelaskan dua anak usaha yang paling potensial untuk IPO yakni PT Krakatau Tirta Industri (KTI) dan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS). Dua anak usaha KRAS tersebut yang berpotensi lebih dulu go public.
“Kami sempat ada diskusi sangat singkat dan belum mengerucut dengan Kementerian BUMN, arahnya mungkin KTI duluan yang sudah sangat siap, KBS juga siap, tetapi KTI lebih menarik, karena profitabilitas yang sangat baik,” ujarnya.
Untuk diketahui, PT KTI adalah anak usaha yang bergerak di bidang distributor dan pengelolaan air yang memiliki kontribusi profit terbesar terhadap perseroan, yaitu 32 persen.
Sementara itu, PT KBS merupakan salah satu entitas usaha yang juga memberikan kontribusi penghasilan cukup besar lainnya, yang bergerak di bidang jasa pengelolaan pelabuhan.
Silmy menjelaskan saat ini masih terdapat proses akuisisi internal dari PT KBS sebagai salah satu upaya persiapan IPO sehingga perseroan lebih mendorong KTI untuk IPO pada tahun ini. Namun, tidak menutup kemungkinan PT KBS juga dapat melakukan IPO pada 2021.
"Karena situasi pasar saat ini, jadi kami tidak membabi buta untuk IPO semuanya, mungkin tahun ini kami bisa bilih 1-2 yang di-IPO-kan,” papar Silmy.
KRAS juga baru-baru ini menambah penyertaan modal pada PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI) sebesar Rp798 miliar. Artinya total penyertaan modal Krakatau Steel pada PT KTI menjadi Rp818 miliar.
Silmy mengatakan penambahan modal ini dipersiapkan untuk memperkuat struktur permodalan PT KTI dalam rangka pengembangan usaha ke depan dan persiapan IPO.
"PT KTI sedang melakukan beberapa inisiatif pengembangan bisnis di antaranya menyiapkan pasokan air bersih berkapasitas 400 liter per detik untuk rencana pembangunan pabrik baru PT Lotte Chemical Indonesia PT (PT LCI) dan memasok air bersih kapasitas 1.000 liter per detik untuk PT Chandra Asri Petrochemical," ungkapnya.
Krakatau Steel selalu mendorong anak perusahaan untuk mengembangkan usahanya di seluruh Indonesia. Saat ini PT KTI sedang mengerjakan berbagai proyek termasuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Gresik yang bekerja sama dengan PT PP untuk menyuplai kebutuhan PDAM Gresik berkapasitas 1.000 liter per detik.
Proyek lainnya, yakni PT KTI bekerja sama dengan PT Adhi Karya membangun SPAM di Kendari yang rencananya akan selesai pada akhir 2021. PT KTI juga sedang membidik proyek penyediaan air untuk PT Amman Mineral di Sumbawa dan pengelolaan air minum di Batam.
"Krakatau Steel sebagai induk dari PT KTI selalu mendukung usaha anak perusahaan untuk berkembang sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kinerja Krakatau Steel secara konsolidasi," jelasnya.
Pada 2020, PT KTI mencatat keuntungan bersih sebesar Rp174,3 miliar meningkat dari 2019 yang sebesar Rp153,5 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2020 emiten berkode saham KRAS tersebut membalik kerugian di tahun 2019 sebesar US$505,39 juta menjadi laba sebesar US$22,64 juta.
Namun, emiten tersebut justru membukukan penurunan pendapatan bersih sebesar 4,93 persen dari US$1,42 miliar pada 2019 menjadi US$1,35 miliar atau setara Rp19,44 triliun pada 2020.
Efisiensi pada emiten tersebut menjadikan perseroan mampu menurunkan biaya operasional sebesar 41 persen di tahun 2020, dari Rp4,8 triliun pada 2019 menjadi Rp2,8 triliun.
Selain itu, dalam rilis resmi disebutkan juga terdapat penurunan biaya energi sebesar 46 persen menjadi Rp295 miliar, penurunan biaya utilitas sebesar 27 persen menjadi Rp564 miliar, serta penurunan pada biaya consumable dan sparepart masing-masing 61 persen menjadi Rp230 miliar dan 59 persen menjadi Rp65 miliar.
Lebih lanjut, Silmy mengatakan perseroan menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 43 persen pada tahun ini 2021, yaitu mencapai Rp28 triliun karena semakin membaiknya kinerja perseroan di tahun 2020.
AKURAT.CO, Di tengah proses pemulihan ekonomi nasional, masyarakat dituntut untuk tetap bisa bertahan hidup salah satunya dengan mulai berbisnis.
Ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir membuat banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. Namun demikian bagi mereka yang bekerja pun banyak yang saat ini menjalankan usaha sampingan. Hal itu agar menambah penghasilan di tengah wabah pandemi virus asal Wuhan, China ini.
Usaha sampingan memang bisnis yang termasuk dalam skala kecil. Tetapi dari skala kecil tersebut, yang tadinya hanya sekadar iseng atau hanya untuk penghasilan tambahan saja, jika dijalani dengan sungguh-sungguh bisa berubah menjadi bisnis dengan skala dunia. Siapa sangka bisnis yang berawal dari ide sederhana ini bisa mendatangkan uang yang sangat banyak.
Jika kamu tertarik menjalankan usaha sampingan namun masih terkendala oleh kebingungan akan pemilihan usaha apa yang akan dijalani, berikut beberapa usaha sampingan dengan modal kecil yang bisa dicoba:
1. Les Privat
Jasa mengajar privat untuk mata pelajaran sekolah sejauh ini banyak ditawarkan oleh mahasiswa yang ingin menambah tabungan mereka atau untuk biaya kuliah. Selain pelajaran sekolah, bahasa asing atau bermusik juga merupakan bidang yang banyak dicari tenaga pengajarnya.
Awalnya kamu bisa mulai dari rumah ke rumah mendatangi murid-murid. Tetapi nantinya jika sudah mulai dikenal dan punya banyak murid, kamu pun bisa membuka tempat les sendiri di rumah sehingga bukan kamu yang keliling tapi para murid yang akan datang ke rumah kamu.
Modal yang dibutuhkan untuk les privat ini relatif kecil. Jika kamu yang keliling mendatangi murid berarti modal yang diperlukan hanyalah biaya transportasi. Jika kamu membuka les di rumah, berarti modal untuk peralatan tulis dan ruang belajar, yang bila dihitung secara kasar, paling tidak membutuhkan modal sekitar Rp1 juta saja, dan kamu sudah bisa menjalankan usaha ini di rumah. Tarif les bisa kamu tentukan berdasarkan pasaran biaya les di lokasi kamu.
2. Penerjemah
Kamu menguasai suatu bahasa asing? Manfaatkan keahlian tersebut dengan menawarkan jasa penerjemahan. Memang penerjemah terbagi menjadi dua golongan, yaitu penerjemah profesional dan penerjemah pemula. Tetapi semua profesional bermula dari pemula juga, bukan? Penerjemah profesional biasanya bekerja di bawah sumpah dan relatif mahal tarifnya. Bagi pemula, sebaiknya kamu mulai saja dengan menerjemahkan dokumen-dokumen seperti artikel, skripsi, makalah, dan lain sebagainya.
Bisnis ini memberikan hasil yang cukup berarti. Sebagai contoh, kamu memberlakukan tarif penerjemahan sebesar Rp50/kata. Jika dalam satu halaman ada 500 kata, maka kamu sudah berhasil mengantongi sebanyak Rp25 ribu. Kemudian, apabila kamu bisa menyelesaikan 10 halaman dalam satu hari, maka keuntungan kamu dalam sehari adalah sebesar Rp250 ribu. Menarik, bukan?
Modalnya juga relatif mudah dan murah, antara lain adalah laptop dan koneksi internet. Jika hasil fisik memang dibutuhkan, maka mesin cetak atau printer termasuk ke dalam modal yang diperlukan. Internet adalah modal pokok yang perlu ada dan bisa digunakan untuk melakukan riset yang diperlukan dalam proses penerjemahan, seperti mencari definisi suatu kata dan lain sebagainya. Lokasi kerjanya pun fleksibel. Bisa di kantor, di kafe, di rumah, atau di manapun.
3. Jasa Pengetikan
Bisnis ini umumnya paling laku di daerah sekitar kampus. Banyak mahasiswa yang membutuhkan jasa pengetikan untuk penulisan tugas kuliah atau juga skripsi. Ide ini cocok dijadikan usaha sampingan karena cukup dengan mengetik, kamu bisa mendatangkan uang.
Tarif yang biasanya digunakan untuk jasa ini biasanya berdasarkan per halaman atau per kata. Dan yang pasti, usaha ini tidak memakan biaya yang besar sebagai modal dasar. Kamu hanya butuh beberapa perangkat yang harus disiapkan yakni komputer atau laptop, printer, kertas HVS, scanner, dan lain sebagainya.
4. Jasa Titip Beli
Bisnis jasa titip beli sedang naik daun belakang ini mengiringi kemajuan teknologi yang pesat. Hal ini karena usaha tersebut berbasis online. Secara garis besar, kamu hanya perlu membelikan barang-barang pesanan pelanggan yang kemudian akan dikirimkan lagi ke mereka dengan tambahan ongkos kirim. Modal yang dibutuhkan pun relatif kecil dengan omzet besar hingga jutaan rupiah.
Usaha yang dikenal juga dengan istilah personal shopper atau pebelanja pribadi ini banyak dijumpai di media sosial populer seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Namun tak jarang juga dijumpai pada aplikasi berbasis chat seperti Line, Whatsapp dan lainnya. Oleh karena itu, sistem pemasarannya pun dilakukan melalui media sosial dengan cara mengunggah foto produk yang akan dipasarkan ke media sosial guna menarik perhatian para calon pembeli.
5. Menjual Aneka Kue
Bagi kamu yang menyukai atau memiliki hobi memasak kue, maka ide berikut adalah ide yang sempurna. Pasalnya, kamu bisa menghasilkan uang dari kegiatan yang kamu gemari tersebut. Setelah seharian bekerja, kemudian sore harinya setelah pulang dari kantor, kamu bisa menyalurkan hobi membuat kue itu, yang mana bisa dijual pada keesokan harinya di kantor atau kepada tetangga sekitar tempat tinggal. Pastinya menyenangkan jika setiap sore bisa melakukan hobi serta mendapatkan penghasilan pula.
Kue yang dijual bisa dalam bentuk kue basah seperti brownies kukus, bika ambon, dadar gulung, banana cake, bolu coklat, lapis legit, klepon, apem, onde-onde, dan kue cucur. Kue kering pun juga tak kalah banyak, misalnya walnut cream cheese, sandwich coklat mint, nastar nanas, putri salju, cookies lemon, dan kukis selai kacang coklat. Untuk variasi resep, situs bacaresepdulu.com bisa dijadikan referensi.
Tidak perlu modal besar untuk menjual aneka kue ini. Modal yang diperlukan paling hanya berkisar Rp10 juta selama satu bulan pertama, dengan rincian Rp9 juta untuk bahan baku (Rp300 ribu x 30 hari), Rp300 ribu untuk biaya gas, dan Rp250 ribu untuk biaya listrik dan air. Tempat usaha adalah dapur kamu sendiri tentunya. []
Liputan6.com, Jakarta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan, keberadaan koperasi harus mampu menjadi solusi pembiayaan bagi para pelaku mikro di Indonesia. Apalagi mengingat sekitar 99 persen pelaku usaha di tanah air masih didominasi usaha mikro.
Di saat lembaga pembiayaan formal seperti perbankan masih takut untuk memberikan pembiayaan ke usaha mikro, koperasi harus hadir menjadi jawaban.
“Apalagi saat ini kami juga tengah mendorong koperasi simpan pinjam (KSP) juga aktif membiayai sektor produktif, tak hanya perdagangan," ujar Teten saat meresmikan kantor baru, sekaligus HUT Ke-34 KSP Credit Union (CU) Pancur Kasih di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (29/5).
Salah satu koperasi yang bisa menjadi contoh adalah KSP CU Pancur Kasih di Pontianak. Menteri Teten mengapresiasi berbagai kontribusi aktif KSP CU Pancur Kasih, yang selama ini hadir bagi usaha mikro di Pontianak.
KSP CU Pancur Kasih saat ini masuk dalam 100 koperasi besar dan meraih penghargaan sebagai KCU peduli sosial terbaik. Bahkan pembiayaan serta pendampingan usaha telah dilakukan KSP CU Pancur Kasih, yang mayoritas di sektor produktif.
Pengembangan usaha oleh Pancur Kasih, sebut Teten, selaras dengan pengembangan koperasi oleh KemenkopUKM secara nasional. KSP diminta tak hanya membiayai sektor pedagangan, tapi juga sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan. Di sektor-sektor tersebut perbankan tak mau masuk karena dinilai terlalu berisiko.
"Lalu siapa yang bantu? Koperasi, diharapkan memperkuat ekonomi rakyat di sektor pangan produktif, dengan memberikan akses pembiayaan yang mudah dan murah," tegasnya.
Jika itu semua dikelola dengan baik, usaha mikro mampu menjadi pemasok bahkan eksportir produk holtikultura maupun buah tropis. Teten mencontohkan seperti Norwegia yang saat ini pendapatan negaranya banyak disokong dari budidaya ikan salmon.
"Sekarang ini seluruh dunia sedang mencari keunggulan domestiknya apa seperti di Norwegia. Bukan lagi mencari investor untuk bangun pabrik," imbuh Teten.
Tak hanya membuka akses pembiayaan ke sektor produktif, KemenkopUKM juga mendorong digitalisasi koperasi. Sebab katanya, ekonomi digital Indonesia diramal akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Potensi pada 2025 ditaksir mencapai Rp1.748 triiun (124 miliar dolar AS).
“Jangan sampai potensi ini dikuasai asing. Koperasi harus hadir dan ikut ramaikan digital ekonomi Indonesia," ujarnya.
Teten juga berharap, koperasi besar siap membantu meningkatkan daya saing produk UMKM. Sebab diakuinya, produk usaha mikro masih banyak yang rendah kualitas produksinya sehingga kerap kali dipandang sebelah mata di negara lain.
Untuk itu, kata Teten, penting bagi koperasi untuk membangun factory sharing. UMKM yang tak banyak memiliki alat produksi modern bisa maklon, bergabung dengan koperasi besar.
"Sedang kami bangun di Jateng, factory sharing untuk usaha furnitur yang tinggi permintaannya, namun masih ada keluhan karena kayu yang diolah belum cukup baik. Jika masuk rumah produksi ini, maka produk furnitur mikro, kayunya sudah terstandarisasi," ujar Teten.
Ia juga mendorong penguatan lembaga, dengan koperasi melakukan spin off. Katanya, koperasi harus masuk ke skala ekonomi yang lebih besar. Dari 130 ribu koperasi nasional, yang besar hanya 100.
“Diminta koperasi kecil untuk merger. Seperti Koperasi Fonterra di New Zealand yang tumbuh besar karena merger. Kebersamaan antarkoperasi dibangun bukan untuk bersaing, tetapi bergabung demi kesejahteraan rakyat," imbaunya.
Hadir di kesempatan yang sama, Gubernur Kalbar Sutarmidji menuturkan, koperasi aktif di Kalbar mencapai 2.987 unit dengan jumlah 1,23 juta anggota, dan mencapai aset Rp5,24 triliun, dengan kontribusi aset terbesar disumbang KSP CU Pancur Kasih.
Pihaknya pun mendorong tumbuhnya koperasi dan UMKM dengan memangkas perizinan yang berbeli-belit, serta jangka waktu yang lebih cepat.
“Berharap Pancur Kasih terus berkembang di sektor pertanian, serta mendukung ekonomi daerah Kalbar yang terbaik keempat secara nasional. Mudah-mudahan Pancur Kasih anggotanya tembus 200 ribu orang tahun ini," harapnya.
Ketua Pengurus KSP CU Pancur Kasih, Gabriel Marto mengatakan, per Maret 2021 jumlah anggota koperasi mencapai 175.230 orang dengan aset sebesar Rp2,7 triliun, yang tersebar di 50 kantor pelayanan dan 4 kantor kas di seluruh Kalimantan. Sekitar 87,5 persen anggotanya adalah petani dan buruh.
Saat ini, Pancur Kasih menempati gedung baru sebanyak tiga lantai yang dibangun dengan investasi bersumber dari 100% dana anggota.
"Gedung ini berdiri tanpa bantuan pihak manapun. Di mana selama menjadi anggota pertama kali masuk menyumbang Rp100 ribu," katanya.
Informasi soal program magang tersebut dibagikan oleh akun Instagram resmi PT RMU, @rmu.id pada Jumat (28/5/2021).
Saat dikonfirmasi, Manager Marketing Communication, Advertising, & Event Organizer (RMU) Yan Wahid Prasetyo membenarkan adanya program magang tersebut.
"Betul, memang perusahaan sedang mencari pekerja magang," kata dia ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (29/5/2021) siang.
Wahid mengatakan, secara umum program kerja magang merupakan upaya perusahaan untuk membekali dan turut menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja.
Adapun program magang tersebut, imbuhnya, juga sejalan dan termasuk progam pemerintah dalam upaya menyiapkan sumberdaya manusia untuk memasuki dunia kerja.
Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email
Tinggi badan minimal: perempuan 155 cm dan laki-laki 160 cm
Berat badan ideal dengan tinggi badan
Memiliki SKCK aktif
Aktif terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan
Surat keterangan Puskemas/rumah sakit
Surat keterangan rapid test atau GeNose dengan hasil non reaktif Covid-19 (dibawa pada waktu dipanggil untuk interview).
Penempatan di seluruh wilayah kerja PT RMU (lokasi penempatan sesuai domisili peserta).
Wilayah kerja PT RMU di antaranya, yakni DKI Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, DI Yogyakarta, Madiun, Surabaya, Jember, Medan, dan Palembang.