Rechercher dans ce blog

Thursday, June 3, 2021

Mau Merintis Usaha Baru? Kalian Perlu Coba 12 Tahapan Ini - Yahoo Berita

Liputan6.com, Jakarta - - Memulai suatu usaha baru memang perlu persiapan yang matang. Termasuk menentukan sejumlah langkah awal yang menentukan usaha atau bisnis selanjutnya.

Bila langkah-langkah awal sudah dilalui, berarti bisnis Anda sudah mempunyai fondasi. Tinggal mengembangkan lebih lanjut.

Nah, simak 12 langkah untuk memulai usaha atau bisnis, merujuk dari laman Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM), lpdb.id:

1. Fokus

Fokuslah pada satu bidang usaha terlebih dahulu. Sebab, banyak pengusaha yang gagal saat mulai berkembang, karena tidak fokus pada peningkatan bisnis awal, melainkan terlalu banyak ingin mencoba bidang usaha lain.

2. Siapkan Mental

Hal pertama yang harus disiapkan adalah mental. Mental pengusaha berbeda dengan karyawan. Karyawan cenderung menghabiskan gaji bulanan.

3. Siapkan Modal

Ilustrasi Perencanaan Keuangan Credit: pexels.com/Karolina
Ilustrasi Perencanaan Keuangan Credit: pexels.com/Karolina

Apa pun jenis usahanya, Anda pasti memerlukan modal. Banyak pengusaha yang mengeluhkan modal. Sebenarnya, tak perlu dirisaukan. Dengan modal kecil pun sudah bisa membuka usaha. Besarnya modal tergantung dari besar atau kecilnya usaha yang Anda jalankan.

4. Bidang Usaha

Tentukan bidang usaha yang akan dibuka. Anda bisa memilih bidang usaha yang belum pernah ada atau yang sudah banyak. Pada awalnya, orang merasa ragu untuk mulai membuka usaha, baik bidang yang belum pernah ada maupun yang sudah banyak dilakukan.

5. Lokasi

Ilustrasi Grafik Perkembangan, Penjualan, dan atau Pencapaian Perusahaan dan Bisnis. Kredit: Freepik
Ilustrasi Grafik Perkembangan, Penjualan, dan atau Pencapaian Perusahaan dan Bisnis. Kredit: Freepik

Lokasi mempunyai peranan penting dalam membuka usaha. Lokasi yang ramai diyakini akan membuat usaha cepat dikenal dan menarik banyak peminat. Pilih lokasi yang strategis, yaitu dekat dengan tempat aktivitas masyarakat, kantor, sekolah, atau kampus.

6. Pegawai

Pada awal membuka usaha, hanya membutuhkan sedikit pegawai. Selain Anda sendiri yang mengurus usaha tersebut, bisa melibatkan pasangan atau anggota keluarga yang lain untuk ikut mengelola.

Tujuannya agar mereka dapat ikut merasa memiliki usaha tersebut. Setelah usaha berkembang, baru bisa mempekerjakan pegawai tambahan.

7. Cari Pelanggan

Ilustrasi Aktivitas Bisnis Credit: pexels.com/Fox
Ilustrasi Aktivitas Bisnis Credit: pexels.com/Fox

Coba memperkenalkan bidang usaha ke luar. Sebarkan informasi barang dagangan atau usaha jasa Anda ke semua orang, agar bisa mendapatkan klien. Sebab, ada banyak cara untuk promosi.

8. Cara Berbisnis

Sebenarnya, berbisnis itu mudah, kok. Contohnya, barang seharga Rp1000, tugas Anda adalah menjualnya dengan harga lebih dari itu, misalnya Rp. 1.500.

Intinya, dari sebuah barang, Anda bisa menjualnya dengan memperoleh keuntungan. Setelah itu, juallah barang tersebut sebanyak-banyaknya.

9. Perencana Keuangan

Ilustrasi Seminar Bisnis Online Credit: pexels.com/Lukas
Ilustrasi Seminar Bisnis Online Credit: pexels.com/Lukas

Boleh dibilang, keuangan untuk membuka bidang usaha, tak hanya terpaku pada modal awal. Ketika usaha sudah berjalan, Anda harus pandai mengatur alur keluar masuknya uang.

Pisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi. Banyak pengusaha yang gagal karena keuangan pribadi dan bisnis, tercampur aduk.

10. Risiko

Ingat pula, membangun bisnis, tentu saja ada risikonya. Namun, kalau Anda sudah menyadari risikonya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semakin maju usaha tersebut, reputasi semakin dipertaruhkan. Karena itu, sambil menjaga kelangsungan bisnis, juga harus terus menjaga reputasi.

11. Antisipasi Kegagalan

ilustrasi jual makanan untuk bisnis saat new normal/pexels
ilustrasi jual makanan untuk bisnis saat new normal/pexels

Pun demikian risiko kegagalan dalam berbisnis, selalu ada. Sebab itu, Anda dituntut untuk bersikap tegas dan cepat bertindak, terutama bila melihat sesuatu yang tak beres.

12. Segera Memulai

Anda sudah memikirkan segala sesuatunya? Kalau begitu, ayo segera memulai!

Video Pilihan

Adblock test (Why?)


Mau Merintis Usaha Baru? Kalian Perlu Coba 12 Tahapan Ini - Yahoo Berita
Klik Disini Lajut Nya

Airlangga Temui Alumni Program Kartu Prakerja yang Buka Usaha Olahan Singkong - Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ibu Esih (50) alumni program Kartu Prakerja, berkesempatan bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di warung miliknya di kawasan Bogor Nirwana Residence, Kamis (3/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Esih menyampaikan ucapan terima kasih kepada Airlangga, karena berkat program Kartu Prakerja dirinya bisa mengembangkan usahanya.

"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Menteri Airlangga berkat ikut pelatihan Prakerja alhamdulillah saya bisa berpikir kreatif. Saya bisa membuat kemasan dagangan saya menjadi lebih menarik," ujar Esih.

Esih yang memiliki usaha olahan singkong dan warung sembako ini bercerita, sebelumnya menjual barang dagangannya menggunakan kantong kresek.

Baca juga: Miliki Peran Strategis, Menko Airlangga Dorong Penyelesaian Bendungan Sukamahi

Setelah mengikuti pelatihan pemasaran yang ada di Prakerja, Esih mengaku bisa mengemas barang dagangannya dengan menarik dan layak jual.

Esih merupakan peserta Kartu Prakerja gelombang ke-10, Esih pun mengaku telah mendapat bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

"Alhamdulillah saya dapat bantuan saya dapat KUR sebesar Rp25 juta. Dengan bantuan tersebut saya bisa meningkatkan lagi usaha saya yang tentunya bisa membantu ekonomi keluarga saya," jelasnya.

Mendengar pengakuan dari Esih tersebut, Airlangga berharap dengan munculnya para alumni Kartu Prakerja menjadi wirausahawan, maka semakin banyak tenaga kerja yang terserap.

“Dengan semakin banyaknya wirausahawan di Indonesia tentunya akan mampu menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia yang akan mendorong produktivitas dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Airlangga.

Saat ini, program Kartu Prakerja telah berhasil dilaksanakan sebanyak 16 gelombang dengan total pendaftar mencapai 62,79 juta orang.

Pemerintah akan melanjutkan program tersebut karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal skilling, upskilling, dan reskilling.

Selain Warung milik Esih, Airlangga juga mengunjungi Kedai Kopi Bencoolen milik alumni Kartu Prakerja gelombang 8, Syarief Hidayat.

Sebelumnya, Syarief berprofesi sebagai freelance project officer event. Berbekal pengetahuan yang didapat dari program Kartu Prakerja, Syarief pun bisa memulai usaha Kedai kopi.

Adblock test (Why?)


Airlangga Temui Alumni Program Kartu Prakerja yang Buka Usaha Olahan Singkong - Tribunnews.com
Klik Disini Lajut Nya

"usaha" - Google Berita

Mau Merintis Usaha Baru? Kalian Perlu Coba 12 Tahapan Ini - Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - - Memulai suatu usaha baru memang perlu persiapan yang matang. Termasuk menentukan sejumlah langkah awal yang menentukan usaha atau bisnis selanjutnya.

Bila langkah-langkah awal sudah dilalui, berarti bisnis Anda sudah mempunyai fondasi. Tinggal mengembangkan lebih lanjut.

Nah, simak 12 langkah untuk memulai usaha atau bisnis, merujuk dari laman Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM), lpdb.id:

1. Fokus

Fokuslah pada satu bidang usaha terlebih dahulu. Sebab, banyak pengusaha yang gagal saat mulai berkembang, karena tidak fokus pada peningkatan bisnis awal, melainkan terlalu banyak ingin mencoba bidang usaha lain.

2. Siapkan Mental

Hal pertama yang harus disiapkan adalah mental. Mental pengusaha berbeda dengan karyawan. Karyawan cenderung menghabiskan gaji bulanan.

2 dari 7 halaman

3. Siapkan Modal

Apa pun jenis usahanya, Anda pasti memerlukan modal. Banyak pengusaha yang mengeluhkan modal. Sebenarnya, tak perlu dirisaukan. Dengan modal kecil pun sudah bisa membuka usaha. Besarnya modal tergantung dari besar atau kecilnya usaha yang Anda jalankan.

4. Bidang Usaha

Tentukan bidang usaha yang akan dibuka. Anda bisa memilih bidang usaha yang belum pernah ada atau yang sudah banyak. Pada awalnya, orang merasa ragu untuk mulai membuka usaha, baik bidang yang belum pernah ada maupun yang sudah banyak dilakukan.

3 dari 7 halaman

5. Lokasi

Lokasi mempunyai peranan penting dalam membuka usaha. Lokasi yang ramai diyakini akan membuat usaha cepat dikenal dan menarik banyak peminat. Pilih lokasi yang strategis, yaitu dekat dengan tempat aktivitas masyarakat, kantor, sekolah, atau kampus.

6. Pegawai

Pada awal membuka usaha, hanya membutuhkan sedikit pegawai. Selain Anda sendiri yang mengurus usaha tersebut, bisa melibatkan pasangan atau anggota keluarga yang lain untuk ikut mengelola.

Tujuannya agar mereka dapat ikut merasa memiliki usaha tersebut. Setelah usaha berkembang, baru bisa mempekerjakan pegawai tambahan.

4 dari 7 halaman

7. Cari Pelanggan

Coba memperkenalkan bidang usaha ke luar. Sebarkan informasi barang dagangan atau usaha jasa Anda ke semua orang, agar bisa mendapatkan klien. Sebab, ada banyak cara untuk promosi.

8. Cara Berbisnis

Sebenarnya, berbisnis itu mudah, kok. Contohnya, barang seharga Rp1000, tugas Anda adalah menjualnya dengan harga lebih dari itu, misalnya Rp. 1.500.

Intinya, dari sebuah barang, Anda bisa menjualnya dengan memperoleh keuntungan. Setelah itu, juallah barang tersebut sebanyak-banyaknya.

5 dari 7 halaman

9. Perencana Keuangan

Boleh dibilang, keuangan untuk membuka bidang usaha, tak hanya terpaku pada modal awal. Ketika usaha sudah berjalan, Anda harus pandai mengatur alur keluar masuknya uang.

Pisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi. Banyak pengusaha yang gagal karena keuangan pribadi dan bisnis, tercampur aduk.

10. Risiko

Ingat pula, membangun bisnis, tentu saja ada risikonya. Namun, kalau Anda sudah menyadari risikonya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semakin maju usaha tersebut, reputasi semakin dipertaruhkan. Karena itu, sambil menjaga kelangsungan bisnis, juga harus terus menjaga reputasi.

6 dari 7 halaman

11. Antisipasi Kegagalan

Pun demikian risiko kegagalan dalam berbisnis, selalu ada. Sebab itu, Anda dituntut untuk bersikap tegas dan cepat bertindak, terutama bila melihat sesuatu yang tak beres.

12. Segera Memulai

Anda sudah memikirkan segala sesuatunya? Kalau begitu, ayo segera memulai!

7 dari 7 halaman

Video Pilihan

Adblock test (Why?)


Mau Merintis Usaha Baru? Kalian Perlu Coba 12 Tahapan Ini - Liputan6.com
Klik Disini Lajut Nya

Masukan pelaku usaha dan DPR untuk pemerintah dalam menangkap peluang investasi - Kontan

Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua Kadin Shinta W. Kamdani menilai target investasi Rp 900 triliun di tahun ini bukan pekerjaan mudah.

"Memang perlu kerja keras karena kondisi ekonomi saat ini belum mendukung adanya arus investasi yang deras ke negara berkembang. Sehingga pemerintah perlu memastikan iklim usaha yang terus kompetitif untuk menarik investasi,” ujar Shinta dikonfirmasi, Rabu (3/6/).

Menurut Shinta, tidak cuma memastikan konsistensi UU Cipta Kerja guna memastikan daya saing investasi nasional, tapi juga reformasi struktural lanjutan untuk membenahi komponen-komponen biaya usaha yang masih mahal.

BKPBaca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara soal tudingan membiarkan tenaga kerja asing

"Misalnya terkait biaya energi, logistik, suku bunga perbankan, hingga pajak dan cukai. Kepastian biaya dari komponen-komponen ini menjadi sangat penting bagi dunia usaha dalam menjalankan usahanya di Indonesia," lanjutnya.

Sementara Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza mengatakan, sejauh ini Kementerian Investasi cukup responsif dalam menangkap peluang investasi.

Pemerintah menempatkan aspek investasi menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

Hal ini dinilai penting, mengingat pemerintah tengah memperbaiki defisit fiskal, sementara belanja pemerintah, maupun konsumsi masyarakat masih terhambat akibat pemulihan ekonomi.

“Gerak Kemenves sudah cukup lincah, peluang investasi juga cukup besar, sejumlah investor global juga siap untuk mengucurkan dana. Sekarang tinggal daya jangkau Kementerian Investasi saja yang diperluas,” tutur Faisol.

Faisol mengatakan, untuk membantu pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi, selain mencari peuang investasi baru, Kemenves juga perlu menagih komitmen investasi asing yang belum terealisasi.

Baca Juga: Target realisasi investasi 2022 melonjak Rp 1.200 triliun, Bahlil: Butuh pelumas

Faisol yakin Kemenves dapat memastikan realisasi komitmen investasi yang selama ini terkendala. Hal itu dapat dilihat dari track record Kemenves dalam menyelesaikan investasi mangkrak di kuartal sebelumnya.

Sampai kuartal I 2021, Kemenves telah mengeksekusi Rp 517,6 triliun investasi mangkrak dari total Rp708,0 triliun.

“Kemenves juga harus memastikan investasi yang sudah masuk bisa berjalan dengan baik, amplifikasi keberhasilan ini akan sangat berguna untuk komunikasi dengan calon investor berikutnya,” sambungnya. (Reynas Abdila)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Target Investasi Rp 900 Triliun, Pemerintah Dinilai Perlu Memastikan Iklim Usaha Kompetitif

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Masukan pelaku usaha dan DPR untuk pemerintah dalam menangkap peluang investasi - Kontan
Klik Disini Lajut Nya

Wednesday, June 2, 2021

Pemkab Magelang Kucurkan Bantuan Stimulus Ekonomi untuk Pelaku Usaha - iNews

MAGELANG, iNews.id - Pemkab Magelang memberi bantuan stimulus ekonomi tahun 2021 kepada pelaku usaha terdampak Covid-19. Stimulus diharapkan agar mereka bisa bangkit dari keterpurukan.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, pandemi Covid-19 telah berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja para pelaku usaha. Dampaknya kemudian berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas kegiatan usaha.

Untuk itu diperlukan stimulus bagi para pelaku usaha untuk mendorong stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Pemberian bantuan stimulus ekonomi bukan berarti memenuhi semua keinginan yang diajukan para pelaku usaha. 

“Namun lebih bersifat rangsangan bagi para pelaku usaha agar timbul kreatifitas, sehingga mampu bertahan untuk menjalankan kegiatan usahanya dalam mendukung perputaran perekonomian. Pada akhirnya mengarah kepada peningkatan pertumbuhan ekonomi,” kata Zaenal Arifin, Rabu (2/6/2021).

Berdasarkan hal tersebut, Pemkab Magelang telah mengeluarkan kebijakan perekonomian dengan terbitnya Peraturan Bupati Magelang nomor 9 Tahun 2021 tentang pemberian stimulus ekonomi kepada pelaku usaha yang bersumber dari APBD Kabupaten Magelang tahun 2021.

Editor : Ary Wahyu Wibowo

Halaman : 1 2

Adblock test (Why?)


Pemkab Magelang Kucurkan Bantuan Stimulus Ekonomi untuk Pelaku Usaha - iNews
Klik Disini Lajut Nya

Bangun Sinergisitas dengan Dunia Usaha, Polteknaker Adakan Rakor - Kompas.com - Kompas.com

Kompas.com - Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) sebagai penyelenggara pendidikan vokasional harus mampu memberikan kontribusi melalui lulusan kompeten, kritis dan solutif untuk menghadapi tantangan maupun peluang yang ada.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Politeknik Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Jejaring Politeknik Ketenagakerjaan di Surabaya, Jawa Timur, dari 31 Mei hingga 2 Juni 2021.

Rakor diadakan dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, berkualitas dan solutif.

Tidak hanya itu, rakor tersebut diharapkan pula akan menghasilkan banyak perubahan dalam pengembangan kurikulum dan silabus di Polteknaker. Dengan demikian dapat sinergis dengan dunia usaha dan dunia industri (Dudi).

“Kegiatan rakor yang mengangkat tema Membangun Sinergisitas Dunia Pendidikan Tinggi Vokasi dengan Industri, Usaha dan Dunia Kerja ini sangat penting dalam rangka membuka akses jejaring dengan dunia industri khususnya di Jawa Timur,” kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Politeknik Ketenagakerjaan Elviandi Rusdi dalam rakor tersebut, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: Lewat 4 Pedoman Ini, Kemnaker Akan Akselerasi Polteknaker

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Elviandi mengatakan, saat ini pendidikan tinggi vokasi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang memiliki keterampilan profesional baik hard skill maupun soft skill.

Untuk itu, kata dia, Polteknaker sebagai pelaksana pendidikan vokasional harus mampu memberi kontribusi melalui lulusan yang berkompeten, kritis dan solutif.

Pasalnya lulusan yang memiliki ketiga hal tersebut bisa menghadapi tantangan maupun peluang, sehingga bisa membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju.

Oleh karenanya, lanjut Elviandi, Polteknaker diharapkan harus dapat meningkatkan jejaring kerja sama dengan industri yang relevan dengan tiga program studinya.

“Membangun jejaring antara perguruan tinggi dan dunia industri dibutuhkan untuk mendekatkan SDM-nya yang dihasilkan agar relevan dengan kebutuhan industrinya” papar Elviandi.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Sekjen Kemnaker Minta Mahasiswa Polteknaker tetap Antusias Belajar

Bukan hanya itu, dia mengatakan, perguruan tinggi harus memiliki jurusan studi yang relevan dengan dunia kerja, baik dari unsur dosen, kurikulum, laboratorium dan semua peralatannya.

Sebab, sekarang dunia bergerak cepat. Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai jenis pekerjaan baru. Kurikulum yang diajarkan di kampus harus sesuai dengan perubahan jaman dan kebutuhan industri.

Oleh karena itu, Elviandi mengatakan, Polteknaker harus terus melakukan upaya agar ada link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Saat ini, angka perbandingan miss match terbilang tinggi. Selain itu, Polteknaker harus melakukan upaya-upaya untuk mengatasi masalah under qualification yakni, lulusan perguruan tinggi masih berada di bawah standar kompetensi.

“Kami juga mengharapkan seluruh stakeholders yang hadir pada acara Rakor Jejaring ini agar dapat bersinergis dengan Polteknaker dalam upaya mewujudkan SDM Unggul Polteknaker yang siap bersaing dalam kompetisi global,” kata dia.

Baca juga: Nadiem Makarim: Lulusan Vokasi Langsung Kerja dan Peroleh Upah Layak

Lebih lanjut, ia menyataan, Polteknaker telah mempunyai keunggulan karena standar pembelajaran telah sesuai dengan Standar Nasional (SN) Dikti dan kurikulumnya sudah sesuai Standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (SKKNI).

MoU Polteknaker dengan GNIK dan Konfederasi Serikat Pekerja BUMN

Untuk diketahui, pada kesempatan tersebut diadakan pula penandatanganan kerja sama atau MoU antara Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) dan Konfederasi Serikat Pekerja BUMN.

Plt Direktur Politeknik Ketenagakerjaan Elviandi Rusdi dan Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja BUMN Wilayah Nasional Achmad Yunus menjadi perwakilan dalam penandatanganan nota kesepahaman atau MoU itu.

Diharapkan kerja sama tersebut akan membawa dampak positif terhadap upaya Polteknaker dalam membangun jejaring dan berkolaborasi dengan dunia usaha dunia industri (Dudi).

Kemitraan Polteknaker dengan Dudi harus terus ditingkatkan sebagai implementasi dari paradigma pendidikan yang bergerak dari supply-driven ke demand-driven.

Baca juga: Ganjar Pranowo: Indonesia 2045, SDM Harus Miliki 4 Karakter Ini

Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia Jawa Timur (Kadin) Nurul Indah Susanti mengatakan, kerja sama antara dunia usaha dengan Polteknaker dapat memperkuat pembelajaran kurikulum dan pengembangan sarana atau infrasturuktur pada program pendidikan vokasi

“Bagi dunia usaha dan dunia industri memperoleh SDM yang memiliki kompetensi dan siap kerja, sehingga mampu memberikan kontribusi pada pengembangan perusahaan atau industri,” kata Nurul yang juga sebagai Direktur Kadin Institute Jawa Timur ini.

Selain itu, kata dia, kerja sama tesebut bisa memungkinkan inovasi yang lebih maju dengan menitikberatkan pada output dan outcome yang diharapkan dari suatu lembaga pendidikan.

Alhasil, Nurul mengatakan, kerja sama itu bisa mempertajam iklim kompetisi di sektor kerja sama, sehingga menghasilkan efisiensi dan mendorong inovasi yang lebih luas dalam penyelenggaraan layanan pendidikan.

Ia pun berharap sinegisitas Polteknaker dengan Dudi dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan para pengajar di lembaga pendidikan vokasi tersebut.

Baca juga: Pendidikan Vokasi Diminta Libatkan DUDI Sejak Awal

Dengan begitu, mereka dapat terus beradaptasi dengan kebutuhan industri atau menciptakan peluang dunia usaha dan dunia industri.

“Tujuan program kerja sama dengan industri ini, tidak hanya kerja sama sinegisitas saja, tapi dapat mencakup tujuan sosial dan ekonomi,” kata Nurul yang juga hadir dalam rakor tersebut.

Adblock test (Why?)


Bangun Sinergisitas dengan Dunia Usaha, Polteknaker Adakan Rakor - Kompas.com - Kompas.com
Klik Disini Lajut Nya

Modal Kecil, Ini Ide Usaha Handmade dari Bahan Semen ala Warga Laweyan Solo - Solopos.com

[unable to retrieve full-text content] Modal Kecil, Ini Ide Usaha Handmade dari Bahan Semen ala Warga Laweyan Solo    Solopos.com Modal Ke...