Rechercher dans ce blog

Saturday, June 5, 2021

Karyawan Ingin Memulai Usaha, Cek yang Perlu Dipersiapkan - Gaya Tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 mengubah kebiasan hidup masyarakat, termasuk aktivitas di rumah. Kondisi ini bisa menjadi salah satu pendorong motivasi untuk memulai usaha. Tak hanya itu, karyawan yang sudah lama mengabdi juga mengalami kejenuhan. Menjadi pengusaha diharapkan dapat menjanjikan.

Perencana dan edukator keuangan Lifepal, Aulia Akbar, membagikan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menjadi pengusaha. Berikut lima tips bagi karyawan yang ingin memulai usaha.

Tetapkan pengeluaran bulanan
Lakukan perhitungan atas pengeluaran bulanan dengan seksama. Pemasukan sebagai pengusaha bisa saja melebihi pemasukan bulanan saat menjadi karyawan. Namun, ketahui pula pemasukan itu bersifat tidak tetap. Akan ada masa di mana pemasukan menjadi lebih kecil, begitu pun sebaliknya. Bahkan, ada pula masa-masa di mana tidak mendapatkan pemasukan sama sekali lantaran risiko usaha.

Oleh karena itu, usahakan agar pengeluaran bulanan untuk kebutuhan sehari-hari bersifat tetap. Dengan begitu, bisa menghitung berapa dana darurat dan uang pertanggungan asuransi yang dibutuhkan.

Siapkan dana darurat
Sebelum memulai usaha, hal yang wajib dimiliki adalah dana darurat yang memadai. Penghasilan sebagai pengusaha tidak tetap. Risiko berkurang atau hilangnya penghasilan karena usaha berpotensi terjadi kapan saja. Tidak ada salahnya menyimpan dana darurat setara lebih dari 6-12 kali pengeluaran bulanan. Dana darurat berfungsi sebagai dana untuk memitigasi risiko saat Anda tidak bisa mencetak penghasilan bersih dari usaha.

Sekedar tahu, keuangan bisnis merupakan hal yang berbeda dengan keuangan pribadi. Saat memutuskan berbisnis, langsung pisahkan keuangan untuk bisnis dan pribadi. Sebaiknya harus disiplin dalam pembukuan sejak awal.

Miliki proteksi
Bila saat ini Anda mendapat fasilitas asuransi kesehatan dari kantor untuk diri sendiri maupun anggota keluarga, maka fasilitas itu tidak akan didapatkan lagi secara gratis jika banting setir jadi pengusaha. Selain dana darurat, miliki pula asuransi untuk menghindari hilangnya atau terkurasnya tabungan karena sejumlah risiko atau musibah yang muncul.

Bila sama sekali belum memiliki asuransi dan anggaran terbatas untuk membayar jaminan kesehatan, pertimbangkan membeli asuransi rawat inap terlebih dulu. Sementara itu, bila harus menjalani proses rawat jalan, manfaatkan BPJS Kesehatan. Selain itu, jika Anda pencari nafkah, wajib melindungi keluarga dengan memiliki asuransi jiwa. Ketahui pula semakin tua usia ketika membeli asuransi, semakin mahal pula premi yang harus dibayarkan.

Kenali bisnis yang dijalani dan kesehatan keuangan usaha
Sangat bahaya bila Anda sendiri tidak memahami bisnis dijalani dengan baik. Sebuah rencana bisnis akan bisa menjawab pertanyaan penting tentang apa yang dijual, siapa pangsa pasar, seperti apa proyeksi bisnis, bagaimana menjaga kesehatan keuangan usaha. Lakukan pencatatan keuangan usaha agar bisa mengenali kesehatan keuangan dengan baik. Yang tidak kalah penting adalah pisahkan rekening pribadi dan bisnis.

Mulai dari yang kecil
Banting setir dari karyawan menjadi pengusaha tentu bukan hal yang mudah, terutama bagi yang sudah terbiasa menerima penghasilan rutin bulanan dari pemberi kerja. Tidak salah untuk memulainya secara perlahan, sebut saja dengan menjalankan bisnis sampingan skala kecil. Dengan bisnis sampingan Anda tidak akan kehilangan sumber penghasilan tetap dari pekerjaan utama. Lambat laun, ketika bisnis sampingan itu berkembang dan bisa menghasilkan uang lebih dari gaji sebulan, Anda pun bisa total fokus menjalani usaha.

Baca juga: Tips Memulai Bisnis Tanaman Hias

Adblock test (Why?)


Karyawan Ingin Memulai Usaha, Cek yang Perlu Dipersiapkan - Gaya Tempo.co
Klik Disini Lajut Nya

Kunjungi Lokasi Usaha Alumni Kartu Prakerja, Menko Airlangga Sampaikan Hal Ini - KOMPAS.com

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengaku bangga atas usaha para alumni Kartu Prakerja saat meninjau langsung lokasi usahanya.

“Saya sangat mengapresiasi semangat juang alumni Kartu Prakerja yang terus berupaya mengembangkan kemampuan diri dan usaha bisnisnya. Sungguh semangat yang sangat luar biasa, apalagi di situasi sulit karena pandemi Covid-19,” kata Airlangga, dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Sabtu (5/6/2021).

Pernyataan tersebut Airlangga sampaikan saat berbincang dengan alumni Kartu Prakerja dalam rangka kunjungan kerja (kunker) di Bogor dan Bandung, Jawa Barat (Jabar), pada 3-4 Juni 2021. 

Salah satu lokasi usaha yang dikunjungi Menko Airlangga adalah Kedai Kopi Bencoolen milik alumnus Kartu Prakerja gelombang 8, Syarief Hidayat. 

Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut, Airlangga turut memberikan bantuan corporate social responsibility (CSR) secara simbolis kepada Syarief berupa komputer dan printer.

Sebelumnya, Syarief berprofesi sebagai freelance project officer di salah satu perusahaan event organizer (EO) di Jakarta.

Setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), ia sempat merasa kesulitan menemukan pekerjaan di masa pandemi Covid-19. Namun, akhirnya Syarief memutuskan untuk mengikuti pelatihan Kartu Prakerja demi mewujudkan mimpinya membuka usaha kedai kopi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena mempunyai pengalaman di dunia kopi dan pemasaran, Syarief mengambil pelatihan mengenai cara membuka usaha kedai kopi dan strategi pemasaran di beberapa lembaga pelatihan.

Untuk diketahui, program Kartu Prakerja bertujuan untuk membantu para pencari kerja maupun korban PHK agar kembali bangkit mengembangkan kompetensi melalui bantuan biaya yang dikucurkan pemerintah.

Program tersebut dibentuk guna meningkatkan produktivitas maupun daya saing, serta mendorong semangat berwirausaha. 

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, program Kartu Prakerja adalah upaya pemerintah untuk memberikan dukungan nyata bagi masyarakat.

“Utamanya, bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19 agar terus bisa survive dan mampu tumbuh berkembang di masa sulit,” ujarnya.

Berhasil bangkitkan semangat berwirausaha

Pada kesempatan yang sama, Menko Airlangga menyampaikan, Kartu Prakerja berhasil membangkitkan semangat masyarakat untuk berwirausaha.

“Melalui berbagai pilihan pelatihan, program Kartu Prakerja terbukti mampu memenuhi kebutuhan dan minat masyarakat,” ucapnya.

Airlangga menjelaskan, program Kartu Prakerja telah berhasil merealisasikan 16 gelombang pelatihan dengan total pendaftar mencapai 62,79 juta orang.

Dari seluruh peserta Kartu Prakerja yang telah menerima pelatihan, saat ini, sekitar 35 persen di antaranya telah kembali bekerja, sedangkan 17 persen memilih untuk berwirausaha.

Airlangga berharap, momentum kemunculan wirausahawan baru di Tanah Air tersebut dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Semakin banyak wirausahawan tentunya akan mampu menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia. Hal ini akan mendorong produktivitas dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kita,” imbuhnya.

BNI ikut dorong pemulihan ekonomi UMKM

Guna mendorong pemulihan ekonomi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) meluncurkan Program Graduasi Alumni Kartu Prakerja.

Program ini merupakan komitmen BNI dalam pengelolaan cash management secara digital dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan. 

“Demi peningkatan dan pengembangan usaha, kami melengkapi Warung Kopi Digital di Mulyaharja, Bogor, milik Syarief dengan berbagai layanan keuangan digital untuk mendukung bisnisnya. Hal ini, sejalan dengan program BNI dalam mendukung sektor UMKM,” ujar Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto.

Terkait kegiatan temu alumni Kartu Prakerja, Menko Airlangga juga menyempatkan secara langsung bertemu dengan calon penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BNI, termasuk Syarief.

Syarief sendiri telah memperoleh insentif dari mitra pembayaran Kartu Prakerja, yaitu BNI guna mengembangkan usahanya. Tak hanya itu, ia juga mendapatkan dukungan permodalan melalui KUR dari BNI.

Sebagai informasi, dalam kunjungan kerja tersebut, Menko Airlangga turut didampingi oleh Deputi Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir dan Rudy Salahuddin, Direktur Eksekutif Project Management Officer (PMO) Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari, serta Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto.

Adblock test (Why?)


Kunjungi Lokasi Usaha Alumni Kartu Prakerja, Menko Airlangga Sampaikan Hal Ini - KOMPAS.com
Klik Disini Lajut Nya

Camat di Jaksel ajak warga dan pelaku usaha matikan lampu - ANTARA

Jakarta (ANTARA) - Camat dan lurah di Jakarta Selatan mengajak warga serta pelaku usaha untuk mematikan lampu selama 60 menit pada pukul 20.30-21.30 WIB dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, Sabtu.

"Kami tindak lanjuti (instruksi wali kota Jaksel) dan disampaikan juga ke semua jajaran sampai tingkat kelurahan dan seksi dinas," kata Camat Tebet Dyan Airlangga di Jakarta Selatan, Sabtu.

Menurut dia, mematikan lampu selama satu jam di gedung-gedung pemerintah merupakan kewajiban saat memperingati Hari Lingkungan Hidup. Pihaknya juga mengimbau warga untuk melakukan hal serupa sebagai bentuk kepedulian dan hemat energi.

Lurah Kebon Baru di Tebet, Jakarta Selatan, Fadhilah Nursehati menambahkan tak hanya kepada warga, ajakan mematikan lampu juga disampaikan kepada pelaku usaha.

Sosialisasi telah disampaikan melalui RT dan RW serta Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). "Kami mengajak warga serta para pelaku usaha untuk mengikuti program ini," kata Fadhilah.

Baca juga: Wali Kota Jaksel instruksikan pemadaman lampu selama 60 menit
Baca juga: Jaksel ajak warga matikan lampu 1 jam peringati Hari Lingkungan Hidup

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengeluarkan Instruksi Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pemadaman Lampu selama 60 menit untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Sabtu (5/6).

Dalam instruksi yang ditetapkan pada Jumat (4/6) itu, Isnawa menjelaskan pemadaman lampu dalam rangka aksi hemat energi dan pengurangan emisi karbon itu menindaklanjuti Instruksi Gubernur DKI Nomor 14 tahun 2021.

Isnawa juga menginstruksikan agar para camat dan lurah melakukan sosialisasi internal dan eksternal serta mengajak masyarakat di wilayah masing-masing berpartisipasi aktif mematikan lampu selama satu jam.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Adblock test (Why?)


Camat di Jaksel ajak warga dan pelaku usaha matikan lampu - ANTARA
Klik Disini Lajut Nya

Menko Airlangga Apresiasi KUR BNI Bantu Kembangkan Usaha Alumni Prakerja - SINDOnews.com

JAKARTA - Program Kartu Prakerja telah membantu para pencari kerja maupun korban PHK untuk kembali bangkit mengembangkan kompetensi melalui bantuan biaya yang dikucurkan. Program pemerintah ini memang ditujukan untuk peningkatan produktivitas dan daya saing, serta mendorong semangat berwirausaha.

Hingga saat ini, sebanyak 16 gelombang telah direalisasikan program Kartu Prakerja, dengan total pendaftar mencapai 62,79 juta orang, di mana 35% dari penerima Kartu Prakerja kini telah bekerja kembali, sementara 17% memilih untuk berwirausaha.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto berharap momentum kemunculan wirausahawan baru di Tanah Air dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Dengan semakin banyaknya wirausahawan tentunya akan mampu menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia, ini akan mendorong produktivitas dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya, dikutip Sabtu (5/6/2021).

Baca Juga:

Baca juga: Kabar Baik! Alumni Kartu Prakerja Bisa Utang KUR dengan Bunga Maksimal 3%

Dalam kunjungan kerja ke Bogor pada Kamis (3/6), Airlangga menyempatkan meninjau langsung lokasi usaha para alumni Prakerja. Dia pun mengaku bangga atas usaha para alumni Kartu Prakerja.

“Saya sangat mengapresiasi semangat juang alumni Kartu Prakerja yang terus berupaya mengembangkan kemampuan diri dan juga kemampuan usaha bisnis. Apalagi di situasi sulit karena pandemi Covid-19, sungguh semangat yang sangat luar biasa,” tuturnya.

Salah satu lokasi usaha yang dikunjungi Menko Airlangga adalah Kedai Kopi Bencoolen milik alumni Kartu Prakerja gelombang 8, Syarief Hidayat. Sebelum berwirausaha kedai kopi, Syarief berprofesi sebagai freelance project officer di salah satu perusahaan Event Organizer di Jakarta.

Setelah terkena PHK, dia sempat kesulitan mendapat pekerjaan di masa pandemi, sebelum akhirnya memutuskan untuk mengikuti pelatihan Kartu Prakerja demi mewujudkan mimpinya membuka usaha kedai kopi.

Mempunyai pengalaman di dunia kopi dan pemasaran, Syarief kemudian mengambil pelatihan mengenai cara membuka usaha kedai kopi dan strategi pemasaran di beberapa lembaga pelatihan.

Baca juga: KPCPEN: Kebijakan Perpanjangan Karantina jadi 14X24 Jam Belum Final

Pada kesempatan tersebut, Syarief juga memperoleh insentif melalui mitra pembayaran Kartu Prakerja yaitu BNI. Untuk mengembangkan usahanya, dia juga telah mendapatkan dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BNI.

Sebagai agen pembangunan, BNI berkomitmen mendukung program Kartu Prakerja dalam pengelolaan cash management secara digital dan pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan melalui Program Graduasi Alumni Kartu Prakerja.

“Demi peningkatan dan pengembangan usaha, BNI melengkapi Warung Kopi Digital di Mulyaharja, Bogor milik Syarief dengan berbagai layanan keuangan digital untuk mendukung bisnisnya. Hal ini sejalan dengan program BNI dalam mendukung sektor UMKM,” ungkap Direktur Hubungan Kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto.

Selain di Bogor, kegiatan Temu Alumni Kartu Prakerja juga dilakukan di Kota Bandung pada Kamis Jumat (4/6). Menko Airlangga menyempatkan secara langsung bertemu dengan alumni Kartu Prakerja yang merupakan calon penerima KUR dari BNI.

Adblock test (Why?)


Menko Airlangga Apresiasi KUR BNI Bantu Kembangkan Usaha Alumni Prakerja - SINDOnews.com
Klik Disini Lajut Nya

Friday, June 4, 2021

Wali Kota Salatiga Ingatkan Direktur BUMD Profesional Kelola Usaha - iNews

SALATIGA, iNews.id - Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta semua Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  setempat untuk cepat mengambil langkah perbaikan jika ada hal buruk dalam pengelolaan usaha. Keburukan harus segera diperbaiki agar usaha yang dikelola berkembang dengan baik. 

"Saya ingatkan, direktur BUMD jangan meninggalkan masalah dalam masa jabatannya. Jangan ditutup-tutupi jika ada hal yang yang buruk, segera ambil langkah untuk perbaikan karena nanti pada saatnya akan meledak dan diketahui,” kata Yuliyanto, Jumat (4/6/2021).

Semua harus profesional mengelola perusahaan milik daerah. Sebab jika kondisinya sehat, maka  menguntungkan semua pihak, membantu masyarakat dan menguntungkan perusahaan. Pihaknya akan terus mendorong kemajuan perusahaan milik daerah. 

"Tetap semangat profesional, direktur BUMD punya hak prerogatif untuk mengelola. Namun juga punya tanggung jawab menyejahterakan masyarakat dan karyawan. Mumpung jadi pimpinan berbuat baik pada staf dan nasabah, tapi kalau nasabah tidak bayar ya ditagih, kalau tidak ditagih usaha jadi kacau," ucapnya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo

Adblock test (Why?)


Wali Kota Salatiga Ingatkan Direktur BUMD Profesional Kelola Usaha - iNews
Klik Disini Lajut Nya

10 Tips Jitu agar Usaha Sukses - Gaya Tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta - Belajar dari yang telah berhasil mencapai tujuan adalah salah satu kiat sukses. Mentor menjadi salah satu pihak yang sangat berharga, terutama bagi pemilik usaha.

Namun, perlu diketahui tidak semua orang bisa menemukan mentor yang tepat. Buat yang belum memiliki mentor atau membutuhkan saran, berikut rangkuman tips yang dilansir dari Entrepreneur supaya bisa sukses.

Tantang diri sendiri
Richard Branson, pengusaha sekaligus pendiri Grup Virgin, mengatakan motivasi terbesarnya adalah dengan menantang diri sendiri. Jika ragu, Anda harus ingat jika tidak mencoba maka tidak akan pernah tahu. Anda juga perlu mempercayai diri sendiri dalam menghadapi tantangan dan risiko. Siapa tahu akan menemukan jalan dengan melalui berbagai rintangan.

Ambil tindakan
Perlu diingat, banyak di dunia ini yang telah menghasilkan ide-ide hebat namun hanya sedikit yang melakukan tindakan. Walt Disney berkata cara termudah untuk memulai yakni berhenti berbicara dan segera bertindak. Lakukan dengan sungguh-sungguh dan ingatlah kesuksesan membutuhkan proses. Hal terpenting di dalam proses bukan memanajemen waktu melainkan memanajemen energi.

Jadi lebih baik
Perlu bagi seorang pengusaha untuk membangun diri sendiri menjadi yang lebih baik. Salah satu pendiri LinkedIn, Reid Hoffman, mencatat jika ingin cepat mengubah diri sendiri, bergaul dengan orang-orang yang telah menjadi seperti yang diinginkan.

Hadapi ketakutan
Arianna Huffington, pendiri The Huffington Post, menganalogi ketakutan seperti otot. Jika ia semakin melatih ketakutan tersebut, maka akan semakin kuat dalam menghadapinnya. Oleh karena itu, jangan takut untuk menghadapi ketakutan.

Kenali tujuan
Salah satu pendiri dari iContact, Ryan Allis, mengatakan jika Anda mengenali tujuan setiap hari maka pasti akan berjalan ke arah itu. David Karp, pendiri dan CEO Tumblr, juga mengatakan wirausahawan adalah orang yang memiliki visi terhadap sesuatu. Anda juga perlu mengetahui apa alasan mendirikan bisnis tersebut. Steve Jobs mengatakan satu-satunya cara untuk puas di dalam hidup dengan melakukan pekerjaan yang diyakini.

Tingkatkan modal
Pemodal ventura Richard Harroch mengatakan hal yang paling sulit dilakukan adalah mengumpulkan modal. Oleh karena itu, perlu untuk mengeluarkan atau membelanjakan uang dengan hati-hati. Dengan merencanakan modal dari awal maka Anda telah siap mengelola modal dengan baik.

Membangun tim yang baik
Jika ingin sukses dalam bisnis, maka tidak bisa membangun sendirian. Perlu membangun tim yang baik dengan melihat karakter dan nilai. Anda dapat melatih keterampilan seseorang namun belum tentu membuat nilai seseorang sesuai dengan perusahaan yang dibangun.

Belajar dari kesalahan
Banyak pengusaha mengatakan kesalahan merupakan guru terbaik. Ketika belajar dari kesalahan, maka semakin dekat juga dengan kesuksesan. Berbagai kesalahan dan masukan yang dikatakan oleh pelanggan juga hal yang baik. Bill Gates mengatakan dengan mendengar berbagai kesalahan yang disebutkan oleh pelanggan maka akan lebih mudah mengenal apa saja yang perlu diperbaiki.

Kenali industri bisnis dan pelanggan
Dengan mengenal industri bisnis dan pelanggan maka Anda telah memegang kunci sukses. Pendiri Zappos, Tony Hsieh, mengatakan jangan bermain gim yang tidak dimengerti, terutama jika tidak menghasilkan uang. Pendiri Wendy’s, Dave Thomas, juga mengatakan jika mengenal pelanggan, maka Anda dapat memberikan pelayanan dan solusi yang terbaik.

Selalu berikan yang terbaik
Salah satu pendiri Google, Larry Page, mendorong perusahannya untuk memberikan lebih dari apa yang diharapkan oleh pelanggan. Dengan strategi tersebut, maka perusahaan akan mendapatkan perhatian yang baik serta respons yang positif.

Untuk menjadi pengusaha yang sukses tentu banyak hal yang perlu diperhatikan. Memperhatikan dan menerapkan 10 tips ini akan membantu menemukan jalan yang mudah menuju kesuksesan.

Baca juga: Tips Memulai Bisnis Tanaman Hias

Adblock test (Why?)


10 Tips Jitu agar Usaha Sukses - Gaya Tempo.co
Klik Disini Lajut Nya

Kunjungi Lokasi Usaha Alumni Kartu Prakerja, Menko Airlangga Hartarto Ucapkan Terima Kasih - Pikiran-Rakyat.com - Pikiran Rakyat

PIKIRAN RAKYATMenteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengunjungi dua lokasi usaha milik alumni program Kartu Prakerja di Kota Bogor, Jawa Barat. Pada kesempatan tersebut, Airlangga menyampaikan apresiasi kepada penerima Kartu Prakerja yang telah secara maksimal memanfaatkan program ini untuk pengembangan diri.

Tak hanya itu, Airlangga juga mengungkapkan rasa bangganya kepada masyarakat yang tidak menyerah di tengah situasi sulit di masa pandemi ini.

“Dua lokasi usaha yang kita kunjungi hari ini telah memberikan inspirasi bagi kita semua. Di masa pandemi seperti ini, tidak mematahkan semangat masyarakat Indonesia untuk terus saling bahu-membahu memulihkan kondisi perekonomian Indonesia. Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat karena telah mau bekerja keras dan berusaha,” ujar Airlangga.

Salah satu lokasi usaha yang dikunjungi oleh Menko Airlangga adalah Kedai Kopi Bencoolen milik alumni Kartu Prakerja gelombang 8, Syarief Hidayat. Sebelumnya, Syarief berprofesi sebagai freelance project officer event. Namun, Ia pun merasa kesulitan menemukan pekerjaan di masa pandemi. Syarief mengikuti program Kartu Prakerja untuk mengasah kemampuannya dalam membuka usaha kedai kopi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengunjungi dua lokasi usaha milik alumni program Kartu Prakerja di Kota Bogor, Jawa Barat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengunjungi dua lokasi usaha milik alumni program Kartu Prakerja di Kota Bogor, Jawa Barat.

Ia mempelajari strategi pemasaran bisnis kopi. Berbekal pengetahuan yang didapat dari program Kartu Prakerja, Syarief pun memulai usaha kopinya.
Tak hanya usaha kopi milik Syarief, Menko Airlangga juga mengunjungi usaha milik alumni Kartu Prakerja gelombang 10, Esih. Di samping kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, Esih memiliki penghasilan tambahan dengan mengikuti program Kartu Prakerja.

Baca Juga: KKB Papua Kembali Berulah, Bakar Tower Bandara Aminggaru Illaga hingga Baku Tembak dengan TNI

Adblock test (Why?)


Kunjungi Lokasi Usaha Alumni Kartu Prakerja, Menko Airlangga Hartarto Ucapkan Terima Kasih - Pikiran-Rakyat.com - Pikiran Rakyat
Klik Disini Lajut Nya

Modal Kecil, Ini Ide Usaha Handmade dari Bahan Semen ala Warga Laweyan Solo - Solopos.com

[unable to retrieve full-text content] Modal Kecil, Ini Ide Usaha Handmade dari Bahan Semen ala Warga Laweyan Solo    Solopos.com Modal Ke...